Sekelumit
Aku pandangi matanya lurus-lurus
Wajahnya pias
Pucat, tak bersemangat
Dia bilang, "Aku mau hilang saja"
Aku meneriakinya
"Jangan cengeng begitu!"
Lalu aku mendekat
Sampai wajah kami berhadapan
Uap napasnya terasa hangat
Mimiknya penuh penyesalan
"Kau putus asa?" cemoohku
"..."
Lihat, egonya bahkan tak terkatakan.
Aku mendelik, dia juga
Mataku menyipit, kening mengernyit
Dia sama saja
Bosan, aku mundur perlahan
Satu, dua, tiga, hitungku dalam hati
Secepat kilat aku menyerang
Tanganku terangkat tinggi
Tamparan tepat di wajahnya.
Apa daya
Tanganku kena kaca
Wajah itu,
Aku sendiri.
Wajahnya pias
Pucat, tak bersemangat
Dia bilang, "Aku mau hilang saja"
Aku meneriakinya
"Jangan cengeng begitu!"
Lalu aku mendekat
Sampai wajah kami berhadapan
Uap napasnya terasa hangat
Mimiknya penuh penyesalan
"Kau putus asa?" cemoohku
"..."
Lihat, egonya bahkan tak terkatakan.
Aku mendelik, dia juga
Mataku menyipit, kening mengernyit
Dia sama saja
Bosan, aku mundur perlahan
Satu, dua, tiga, hitungku dalam hati
Secepat kilat aku menyerang
Tanganku terangkat tinggi
Tamparan tepat di wajahnya.
Apa daya
Tanganku kena kaca
Wajah itu,
Aku sendiri.
Comments