Posts

HP

Gw pertama baca buku Harry Potter (HP) pas kelas 2 SMP. Abang gw yang ngasi tau kalo ada buku baru. Tentang penyihir katanya, penuh imajinasi, pokoknya keren. Dibeliinlah HP dan Batu Bertuah (The Sorcerer's Stone/Philosopher's Stone). Tadinya gw males bacanya. Gw pikir bakal aneh, gak masuk akal, dan membosankan. Tapi begitu baca, gw langsung jatuh cinta. Imajinasi sang penulis, JK Rowling, luar biasa. Gw ngerasa seperti terserap masuk ke dunia sihir itu sendiri. Selesai buku pertama, gw langsung melahap buku keduanya, HP dan Kamar Rahasia (The Chamber of Secret). Lagi-lagi gw terbius sama petualangan Harry, Ron dan Hermione. Plus rasa penasaran yang makin memuncak tentang si penjahat paling menakutkan, You-Know-Who: Lord Voldemort. Buku ketiga, HP dan Tawanan Azkaban (Prisoner of Azkaban), kalo gak salah baru gw baca pas 2001, pas masuk SMA. Nah di tahun ini juga film pertama Harry digembar-gemborkan. Sempet berekspektasi tinggi, ternyata pas udah nonton rada kecewa. Ban...

Astaga...

Astaga! Rasanya aku sudah melewati jembatan penyeberangan, garis-garis zebra, pembatas jalan, hingga trotoar penuh kaki lima. Semata untuk menghindari jalan yang sama denganmu. Aku bahkan putar balik, ambil arah berlawanan. Tapi tetap saja, marka jalan di mana-mana seolah mencatut namamu. Papan baliho menyampul fotomu. Dan, ada saja orang yang repot-repot menyapa mengabarkan tentangmu. Huh. Ku dengar jalan yang kamu lalui mulus, lancar, bagai tol bebas hambatan. Hangat dan cerah cuacanya. Lah, aku disini mendung. Bolak-balik kehujanan. Berulang kali terjatuh di lubang, karena jalan yang tak diaspal. Belum lagi naik-turun, berbelok-belok. Bikin mual. Aku bertanya kini pada Pihak Berwenang. Apa aku salah jalan? Haruskah aku terus berjalan di landasan yang sama, sementara tujuan kami berbeda? Kalau begitu, kenapa seolah ia ditemani malaikat sementara aku harus berjibaku dengan yang jahat? Tolong, Pihak Berwenang, beri petunjuk. Dengan begitu, aku tahu, aku tidak tersesat.

Deadline

Bertarung dengan waktu. Ku kejar ia tapi tak kunjung sampai. Justru ia berbalik memburuku sampai kelelahan. Aku coba mengalihkan perhatiannya, ia tetap awas. Aku coba mengulur jarak dengannya, ia masih ligat. Duh waktu, beri aku ruang. Hentikan pertarungan ini dan biarkan aku menghirup deru. Mengharu biru. Mari waktu, kita berjalan beriringan. Aku menggenggammu dan kau mengawalku.

Pemilu 2009: Dipilih...Dipilih...

Pemilu gak sampe sebulan lagi. Tapi gw belum yakin siapa yang bakal gw pilih sebagai "wakil" di DPR, DPD, ataupun DPRD nanti. Berbagai poster, baliho, pamflet yang berjejeran di jalan-jalan bukannya bikin gw kenal, malah bikin pusing. Saking blank-nya tentang siapa yang harus gw pilih, gw pernah nyoba ngebuka situs KPU Banten. Tapi sayangnya, cuma ada nama-nama. Cuma foto si A dari Partai B, dan lain-lain. Tanpa track record. Padahal kan gw pengen tau, si A itu apa profesinya, si B prestasinya apa, si C pernah aktif dimana. Minimal latar belakangnya dia deh. Gak usah biodata komplet juga. Akhirnya gw googling (niat ya...) nyari rekam jejak para caleg-caleg daerah pemilihan Banten 3 dan Tangerang 5 (FYI: rumah gw di Ciputat). Di forumkompas.com, gw nemuin beberapa diantaranya. Untuk caleg DPR-RI ada nama-nama terkenal kayak: Yasmin Muntaz dan Adolf Posumah yang mantan news anchor di TV, atau Maylaffaiza, artis yang pemain biola itu. Ada lagi kerabat dari tokoh-tokoh berpengar...

Pelan

Aku bergegas meniti tiap lengkungan hati. Kosong. Tak ada siapapun. Dari ujung ku berlari sampai ke sudut yang kutemui hanya luka yang mengakar, dengki yang mengendap, dan sepi yang tertawa. Letih, aku injak semuanya. Tapi sia-sia, mereka telah menembus tanah hati. Malah membuat goyah. Sebaris angin dingin menerobos, dan aku menggigil. Berat pertahananku ini, harus kuhadapi semua. Mungkin, tak perlu bergegas kini...

Bang Nanang dan Mobil Jemputan

Beberapa hari yang lalu, sepulang dari interview kerjaan, gw mampir dulu beli cakue di pinggir jalan sebelum masuk kompleks rumah. Di sana selain banyak pedagang, juga banyak tukang ojek berjejeran. Pas lagi nunggu cakue dibungkus, tiba-tiba ada yang manggil nama gw, "Tessa, Tessa..." Pas gw nengok, ada seorang abang tukang ojek yang melambaikan tangan dan manggil nama gw lagi. Gw perhatiin dan kaget banget, ternyata itu adalah Bang Nanang! Supir mobil jemputan gw waktu SD. Waaahh, kaget campur seneng, gw samperin tu si abang. Perawakannya tetep kecil, mukanya pun gak berubah, tetep dengan kumisnya yang irit, tapi murah senyum. Gw tanya, "kok Bang Nanang masih inget saya si?". Trus katanya, "Yaa muka Tessa mah gak berubah dari dulu juga." Hahaha, berarti dari SD muka gw emang segini-segini aja ya. Karna itu juga yang dibilang temen-temen SD yang ketemu di facebook. Kadang gw gak inget mereka, tapi mereka tetep inget gw dengan alasan yang sama: "muka l...

Cerita yang Tertinggal (Liburan Akhir Tahun)

Akhirnya, berhasil juga gw liburan di akhir tahun 2008 kemaren. Tujuannya tak lain adalah: Bromo. Udah lama banget pengen ke sana, dan kebetulan abis sidang skripsi, salah satu keinginan terbesar gw adalah mengunjungi gunung yang terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang keren itu. Perjalanan ini cuma ditargetkan 5 hari pulang pergi, berhubung abang gw harus ngantor tanggal 30-nya. Udah gitu, ini perjalanan dadakan deh, gak pake reservasi hotel atau apapun, semuanya on the spot :) 25 Des Rute: Ciputat - Bekasi - Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Pemalang - Pekalongan - Batang - Semarang . Gw berangkat dari rumah tercinta bersama Nyokap, Abang, dan Om. Setelah ngisi bensin penuh-penuh di pom bensin Ciputat, kami berangkat dengan mengucap doa dan membuka cemilan (haha, baru berangkat dah ngemil). Dari tol TB Simatupang langsung terus menerus lurus (lewatin Bekasi dan Karawang) menyusuri jalur Pantura, akhirnya sampe ke Subang lalu ke Indramayu. Sempe...