Posts

Pelan

Aku bergegas meniti tiap lengkungan hati. Kosong. Tak ada siapapun. Dari ujung ku berlari sampai ke sudut yang kutemui hanya luka yang mengakar, dengki yang mengendap, dan sepi yang tertawa. Letih, aku injak semuanya. Tapi sia-sia, mereka telah menembus tanah hati. Malah membuat goyah. Sebaris angin dingin menerobos, dan aku menggigil. Berat pertahananku ini, harus kuhadapi semua. Mungkin, tak perlu bergegas kini...

Bang Nanang dan Mobil Jemputan

Beberapa hari yang lalu, sepulang dari interview kerjaan, gw mampir dulu beli cakue di pinggir jalan sebelum masuk kompleks rumah. Di sana selain banyak pedagang, juga banyak tukang ojek berjejeran. Pas lagi nunggu cakue dibungkus, tiba-tiba ada yang manggil nama gw, "Tessa, Tessa..." Pas gw nengok, ada seorang abang tukang ojek yang melambaikan tangan dan manggil nama gw lagi. Gw perhatiin dan kaget banget, ternyata itu adalah Bang Nanang! Supir mobil jemputan gw waktu SD. Waaahh, kaget campur seneng, gw samperin tu si abang. Perawakannya tetep kecil, mukanya pun gak berubah, tetep dengan kumisnya yang irit, tapi murah senyum. Gw tanya, "kok Bang Nanang masih inget saya si?". Trus katanya, "Yaa muka Tessa mah gak berubah dari dulu juga." Hahaha, berarti dari SD muka gw emang segini-segini aja ya. Karna itu juga yang dibilang temen-temen SD yang ketemu di facebook. Kadang gw gak inget mereka, tapi mereka tetep inget gw dengan alasan yang sama: "muka l...

Cerita yang Tertinggal (Liburan Akhir Tahun)

Akhirnya, berhasil juga gw liburan di akhir tahun 2008 kemaren. Tujuannya tak lain adalah: Bromo. Udah lama banget pengen ke sana, dan kebetulan abis sidang skripsi, salah satu keinginan terbesar gw adalah mengunjungi gunung yang terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang keren itu. Perjalanan ini cuma ditargetkan 5 hari pulang pergi, berhubung abang gw harus ngantor tanggal 30-nya. Udah gitu, ini perjalanan dadakan deh, gak pake reservasi hotel atau apapun, semuanya on the spot :) 25 Des Rute: Ciputat - Bekasi - Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Pemalang - Pekalongan - Batang - Semarang . Gw berangkat dari rumah tercinta bersama Nyokap, Abang, dan Om. Setelah ngisi bensin penuh-penuh di pom bensin Ciputat, kami berangkat dengan mengucap doa dan membuka cemilan (haha, baru berangkat dah ngemil). Dari tol TB Simatupang langsung terus menerus lurus (lewatin Bekasi dan Karawang) menyusuri jalur Pantura, akhirnya sampe ke Subang lalu ke Indramayu. Sempe...

Angin

Di jalan setapak ini, aku memutar waktu betapa sering kami melewatinya saat tertawa, maupun terdiam Di beberapa senja, aku teringat padanya kala ia merengkuhku, pamit pulang dan berjanji akan kembali datang Di beberapa malam, ku memikirkannya kala ia menggenggam tanganku, mengantarku hingga ke selimut lelap Kala embun muncul dengan tenteram kala itu pula kami saling menyapa saling bertanya, bertukar salam Ketika hujan turun, ku merindukannya betapa ia mencintai hujan dan ia yang akan mengusap kepalaku bila guntur datang Hari-hari ini, aku tak mampu lagi berkata-kata Angin, kemana kau berhembus kini? Kau hilang, tertiup kemarau, terbawa awan...

Mau Kerja Apa?

Itu pertanyaan pertama gw waktu liat pengumuman lowongan kerja di koran ataupun internet. Sebenernya gini, gw lulusan jurusan hubungan internasional. Klo yang benernya si, lulusan jurusan ini masuknya ke departemen luar negeri, kerja di kedutaan, atau di organisasi internasional semacem PBB. Nah, persoalannya gak mungkin gw cuma berharap dari lowongan di tempat-tempat tadi aja. Seperti halnya SPMB yang untung-untungan masuknya, gw juga mesti punya plan-B kemana gw harus kerja kalo di Deplu atau PBB gak diterima. Secara ya, saingan masuk Deplu bisa beribu-ribu. Sedangkan gw liat di lowongan UNDP, UNICEF atau badan PBB sejenisnya, mereka selalu minta pengalaman kerja, rata-rata minimal 5 tahun. Trus gimana yang fresh graduate kayak gw ini? Alhasil, gw berburu lowongan kerja. Dari koran, internet, sampe tabloid ;p Tapi, sampe di sini, gw bingung lagi. Kerja apa ya? Karna pengalaman yang gw punya cuma organisasi kampus, kepanitiaan, dan pers mahasiswa, gw berfokus ke lowongan-lowongan untu...

Gantung

Seorang sahabat bercerita tentang kisah cintanya, yang menurut gw aneh tapi nyata. Emm..ralat deng, mungkin gak aneh untuk beberapa orang yang memiliki prinsip yang sama. Tapi, yang satu ini bener-bener bikin geregetan :) Teman gw ini perempuan, manis-chubby(;p)-berjilbab. Dia punya teman dekat, laki-laki, seniornya di kampus. Hubungan mereka ini yang agak aneh. Mereka punya panggilan sendiri untuk masing-masing, semacam akang-teteh gitu lah. Dan yang membuat mereka makin dekat adalah aktivitas di kampus. Kebetulan si lelaki mempunyai daya jelajah pikir yang luas, dan temen gw ini satu dari segelintir orang yang bisa memahaminya :) Mereka bertambah akrab lagi ketika dipertemukan di suatu wadah diskusi kampus dan beberapa pekerjaan di suatu lembaga. Singkatnya, klop. Tapi, lelaki ini punya prinsip. Gak ada istilah 'pacaran' dalam kamusnya. Sementara, si perempuan juga memahami konteks yang sama. Cuma, yang bikin geregetan, lelaki ini gak pernah sekalipun menyampaikan perasaannya...

In Loving Memory: Umi

Kami memanggilnya: Umi. Minggu, 16 November 2008, setelah 5 tahun terakhir mengalami stroke, dan terakhir disertai pula dengan komplikasi gagal ginjal dan hati, akhirnya nenek gw tercinta berpulang ke Rahmatullah. Sedih? Banget. Apalagi mengingat terakhir ketemu itu setahun yang lalu. Udah gitu, gw gak sempet ngeliat wajah Umi untuk terakhir kali, karna telat nyampe dari Jakarta, jadi udah keburu dikafani. Dan lebih nyesel lagi, karna sebetulnya setelah sidang kemaren gw diajak ke Padang ma nyokap untuk ngejenguk Umi, tapi gw tolak karna masih ada keperluan wisuda yang harus diurus. Hhh, semestinya, semua bisa menunggu... T_T Tahun 2003, sehabis pulang basamo , itu Lebaran terakhir Umi sebelum jatuh sakit. Waktu itu analisis dokter bilang kalo pembuluh darah di otak Umi ada yang pecah, jadi harus dioperasi. Ajaib, waktu itu Umi berhasil ngelewatin masa kritis, meski abis itu badannya nyaris lumpuh, dan yang bisa digerakkin cuma matanya aja. Praktis 5 tahun terakhir, Umi cuma be...